Tentang Program
Pengabdian Berbasis Keilmuan
dan Nilai-Nilai Keislaman
Roadmap Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Fakultas Kedokteran UIN Ar-Raniry Banda Aceh disusun sebagai bagian dari implementasi visi-misi universitas, khususnya dalam aspek pengabdian yang berorientasi pada pemberdayaan dan kemaslahatan masyarakat berbasis keilmuan integratif.
Peta jalan ini bertujuan menjadi panduan strategis bagi civitas akademika dalam merancang, melaksanakan, dan mengembangkan program pengabdian kepada masyarakat yang selaras dengan keunggulan akademik dan nilai-nilai keislaman. Program PkM FK UIN Ar-Raniry tidak hanya berpusat di fasilitas kesehatan formal, tetapi juga menjangkau pesantren, komunitas rentan, dan daerah rawan bencana di seluruh Provinsi Aceh.
Klaster Program
Tiga Klaster Utama Pengabdian
Kesehatan Ibu dan Anak
Program promotif dan preventif yang berfokus pada perlindungan kesehatan ibu dan anak selama 1.000 Hari Pertama Kehidupan — periode paling kritis dalam tumbuh kembang manusia.
- ›Penyuluhan imunisasi dasar lengkap
- ›Edukasi gizi 1.000 HPK
- ›Pencegahan ISPA dan diare pada anak
- ›Kampanye pencegahan stunting
Kesehatan Pesantren
Eco-Dayah Health
Program khusus yang menjangkau lebih dari 1.900 pesantren (dayah) di Aceh, membangun sistem kesehatan yang berakar pada nilai-nilai Islam dan kearifan lokal pesantren.
- ›Pembinaan Poskestren (Pos Kesehatan Pesantren)
- ›Pelatihan kader santri sehat
- ›Program PHBS (Perilaku Hidup Bersih & Sehat) di pesantren
- ›Edukasi imunisasi berbasis nilai Islam
Tanggap Bencana & Kesehatan Lingkungan
Program kesehatan bencana yang sejalan dengan lokalitas Aceh sebagai daerah rawan bencana, merespons kebutuhan kesehatan masyarakat pasca-bencana secara cepat dan terorganisasi.
- ›Kesiapsiagaan disaster health
- ›Pemantauan kualitas air minum
- ›Program sanitasi pasca-bencana
- ›Pelatihan tenaga medis sukarela
Program Unggulan
Program Kegiatan PkM secara Detail
Kampanye Imunisasi Berbasis Komunitas
Program peningkatan cakupan imunisasi dasar yang menjawab penurunan drastis dari 59,7% (2017) menjadi 38,4% (2021) di Aceh, dengan pendekatan berbasis nilai Islam untuk mengatasi resistensi masyarakat.
- Edukasi kehalalan dan keamanan vaksin kepada orang tua dan tokoh masyarakat
- Koordinasi dengan IDI, Dinkes, dan tenaga kesehatan Puskesmas mitra
- Pelibatan ulama dan ustadz pesantren sebagai fasilitator kepercayaan masyarakat
- Pemantauan cakupan imunisasi berkala di wilayah binaan
Edukasi Gizi 1.000 Hari Pertama Kehidupan
Program edukasi gizi yang menargetkan ibu hamil, ibu menyusui, dan keluarga muda di wilayah binaan, menjawab tingginya prevalensi stunting dan penyakit infeksi pada anak usia 0–3 tahun di Aceh.
- Penyuluhan ASI eksklusif dan MPASI berbasis gizi seimbang dan halal
- Pelatihan kader posyandu dalam pemantauan tumbuh kembang anak
- Edukasi pencegahan diare dan ISPA melalui perilaku cuci tangan yang benar
- Konsultasi gizi gratis di klinik pendidikan dan Puskesmas mitra
Program Dokter Pesantren — Eco-Dayah Health
Program khas FK UIN Ar-Raniry yang membangun sistem kesehatan terintegrasi di pesantren (dayah), memanfaatkan jaringan lebih dari 1.900 pesantren sebagai wahana penyebaran informasi kesehatan berbasis nilai Islam.
- Pembinaan dan penguatan Poskestren (Pos Kesehatan Pesantren) di seluruh Aceh
- Pelatihan kader santri sehat sebagai ujung tombak kesehatan di lingkungan pesantren
- Program PHBS Pesantren: sanitasi, kebersihan diri, dan gizi santri
- Skrining kesehatan santri berkala (mata, gigi, ISPA, kulit)
- Edukasi kesehatan mental dan spiritual berbasis pendekatan Islam
Tanggap Bencana dan Sanitasi Pasca-Bencana
Program kesiapsiagaan dan respons kesehatan bencana yang sejalan dengan pengalaman dan kerentanan Aceh sebagai daerah rawan gempa, tsunami, dan banjir, dengan keterlibatan aktif mahasiswa dan dosen FK.
- Pelatihan pertolongan pertama dan disaster health response bagi mahasiswa dan masyarakat
- Pemantauan kualitas air minum dan sanitasi dasar di wilayah rawan bencana
- Program sanitasi dan hygiene pasca-bencana untuk mencegah wabah penyakit
- Koordinasi dengan BPBD, Dinas Kesehatan, dan PMI dalam sistem respons bencana terpadu
Pemberdayaan Kesehatan Komunitas dan Daerah 3T
Program pengabdian berbasis komunitas yang memprioritaskan daerah terdepan, terpencil, dan tertinggal (3T) di Aceh, sejalan dengan orientasi lulusan FK UIN Ar-Raniry sebagai dokter yang berpihak kepada masyarakat kurang terlayani.
- Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik bidang kesehatan di desa/gampong terpencil
- Pelayanan kesehatan gratis dan penyuluhan di wilayah 3T Aceh
- Pelatihan bidan desa dan kader posyandu di kabupaten terpencil
- Survei epidemiologi penyakit infeksi anak di wilayah binaan
Wahana Pengabdian
Fasilitas Kesehatan dan Mitra Komunitas
Puskesmas Kopelma Darussalam
Pembelajaran Kedokteran Komunitas, KIA, Gizi, Promotif-Preventif. Fasilitas: Poli KIA, Imunisasi, Pojok ASI, Pojok TB-DOTS, Ruang Penyuluhan.
KIA & GiziPuskesmas Jeulingke, Banda Aceh
Promotif-preventif berbasis komunitas, penyakit menular, KIA. Fasilitas: Klinik TB-DOTS, Rehabilitasi NAPZA, Klinik Psikologi, Imunisasi.
Penyakit MenularPuskesmas Baitussalam, Aceh Besar
Preventif komunitas, penyalahgunaan zat. Fasilitas: Konseling VCT HIV/AIDS, TB-DOTS, Rehabilitasi NAPZA, Imunisasi.
Preventif KomunitasDinas Kesehatan Provinsi Aceh
Intervensi kesehatan masyarakat, surveilans epidemiologi, data penyakit prioritas, dan kebijakan kesehatan daerah tingkat Provinsi.
Kebijakan & DataDinas Kesehatan Kota Banda Aceh
Integrasi program kesehatan komunitas dengan kebijakan daerah dan penguatan sistem rujukan layanan primer.
Koordinasi DaerahDinas Kesehatan Kabupaten Pidie
Akses data epidemiologi, kampanye kesehatan berbasis komunitas, dan penguatan layanan primer di wilayah Pidie.
Kabupaten PidieBalai Laboratorium Kesehatan Masyarakat Aceh
Surveilans penyakit menular, edukasi gaya hidup sehat, konseling gizi dan reproduksi remaja.
Laboratorium PublikPesantren Mitra di Provinsi Aceh
Program Dokter Pesantren: imunisasi, skrining kesehatan santri, penyuluhan gizi dan sanitasi berbasis nilai Islam melalui ruang klinik pondok pesantren.
Eco-Dayah HealthTarget Dampak
Dampak yang Diharapkan dari Program PkM
Peningkatan Cakupan Imunisasi
Membantu membalikkan tren penurunan cakupan imunisasi dasar lengkap di Aceh, dari 38,4% (2021) menuju standar nasional, melalui edukasi berbasis nilai Islam dan pendekatan komunitas.
Penurunan Angka Penyakit Infeksi Anak
Berkontribusi menurunkan prevalensi ISPA, diare, pneumonia, dan hepatitis neonatal yang secara konsisten mendominasi kasus di FKTP se-Aceh selama 2022–2024.
Sistem Kesehatan Pesantren yang Kuat
Membentuk ekosistem kesehatan di lebih dari 1.900 pesantren Aceh melalui kader santri sehat dan Poskestren yang aktif, menjadikan pesantren sebagai agen perubahan kesehatan berbasis Islam.
Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Komunitas
Meningkatkan kapasitas masyarakat Aceh dalam merespons bencana alam dari sisi kesehatan, mencegah wabah penyakit pasca-bencana, dan mempercepat pemulihan komunitas terdampak.
Kemitraan PkM
Mitra Strategis Pengabdian kepada Masyarakat
RSU Daerah Tgk. Chik Ditiro Sigli
PKS Pendidikan & Wahana Pengabdian Klinik
✓ BerjalanRSU Daerah Meuraxa Banda Aceh
Wahana Pendidikan & Program Kesehatan Komunitas
✓ BerjalanKlinik Pratama Kampus UIN Ar-Raniry
Wahana Pengabdian Internal Kampus
✓ BerjalanPemerintah Aceh & Dinkes Provinsi
MoU Beasiswa & Program Kesehatan Masyarakat
⏳ RencanaDinas Kesehatan Kota Banda Aceh
MoA Puskesmas Wahana & Program Kesehatan Masyarakat
⏳ Proses RekomendasiIDI Wilayah Aceh
MoU Pengembangan Kompetensi & Pendidikan Profesi
⏳ RencanaBPJS Kesehatan Regional I Aceh
MoU Data Epidemiologi & Pengembangan Program JKN
⏳ RencanaRABITHAH / PWNU Aceh
MoU Program Kesehatan Pesantren & Poskestren
⏳ RencanaDinas Kesehatan Kabupaten Aceh Besar
MoA Puskesmas Wahana & Program Kesehatan Komunitas
⏳ RencanaMoU/PKS sudah berjalan Dalam perencanaan atau proses
Alokasi PkM & Penelitian Dosen — RAB Tahun Pertama
Rp 1.000.000.000
Dana PkM bersumber dari DIPA UIN Ar-Raniry (APBN) dan PNBP, serta dapat diperkuat melalui hibah kompetitif DRTPM Kemendikbud dan kerja sama dengan pemerintah daerah. Anggaran ini adalah bagian dari total RAB operasional tahun pertama sebesar Rp 16 meraih.