Sejarah Pendirian
Indonesia tengah menghadapi tantangan besar dalam sektor kesehatan: keterbatasan jumlah tenaga dokter sekaligus distribusinya yang tidak merata. Data Kementerian Kesehatan RI menunjukkan rasio dokter di Indonesia pada tahun 2021 baru mencapai 0,4 dokter per 1.000 penduduk — jauh di bawah standar WHO sebesar 1 dokter per 1.000 penduduk. Dengan populasi lebih dari 270 jiwa, diperkirakan Indonesia membutuhkan tambahan sekitar 160.000 dokter dalam sepuluh tahun ke depan.
Di Provinsi Aceh, kondisi ini sama mengkhawatirkannya. Berdasarkan Profil Kesehatan Provinsi Aceh, pada tahun 2023 — dengan penduduk 5.407.855 jiwa — hanya tersedia 4.550 dokter umum dan spesialis, dengan rasio 0,4 per 1.000 penduduk. Keempat Fakultas Kedokteran yang telah ada di Aceh hanya mampu menghasilkan sekitar 150 dokter per tahun; artinya diperlukan waktu 30 tahun sekadar untuk memenuhi standar minimal WHO. Lebih dari itu, sebagian besar dokter masih terkonsentrasi di wilayah perkotaan, sementara daerah terpencil nyaris tidak terlayani.
Kondisi inilah yang menjadi dasar kelahiran Fakultas Kedokteran UIN Ar-Raniry Banda Aceh — sebagai ikhtiar strategis yang tidak hanya menambah jumlah dokter, tetapi menghadirkan model pendidikan kedokteran yang mengintegrasikan kompetensi medis modern dengan nilai-nilai keislaman, sesuatu yang belum dimiliki keempat FK di Aceh saat ini.
Pembukaan Fakultas Kedokteran ini juga diamanahkan oleh landasan hukum keistimewaan Aceh. Undang-Undang Nomor 44 Tahun 1999 dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh menegaskan keistimewaan Aceh di bidang pendidikan, termasuk penyelenggaraan pendidikan yang selaras dengan Syariat Islam. Dengan demikian, pendirian Fakultas Kedokteran UIN Ar-Raniry bukan sekadar perluasan program, melainkan pemenuhan mandat historis dan yuridis universitas.
Konteks Nasional
Krisis Distribusi Dokter Indonesia
Rasio dokter Indonesia 0,4:1.000 penduduk (2021). Dibutuhkan ~160.000 dokter tambahan dalam 10 tahun. Persebaran tidak merata: menumpuk di perkotaan, kosong di daerah 3T.
Konteks Lokal
Kekurangan 1.022 Dokter di Aceh
Aceh memiliki 4.550 dokter untuk 5,4 juta penduduk. Kekurangan 1.022 dokter menurut standar WHO. Cakupan imunisasi dasar turun dari 59,7% (2017) menjadi 38,4% (2021).